![]() |
| Sumber gambar: www.myhostingmall.com |
Lebah di dalam lukisan atau lukisan berhias lebah? Entahlah bagaimana menyebutnya. Berkali-kali menatap lukisan yang dipajang di ruang tamu milik keluarga Emily membuatku tidak bisa tidur nyanyak. Padahal itu hanya sebuah lukisan. Kata Emily, gadis berambut pirang yang pendiam itu, lukisannya berasal dari pamannya di kota sebelah. Tebakanku pun benar, bahwa lelaki yang sedang ketakutan dengan kedua tangan menahan sesosok lebah raksasa berwarna hitam pekat dengan dihiasi totol-totol putih yang kontras pada punggungnya yang seolah sedang melompat ke arahnya itu ialah potret pamannya.
"Dari pandanganku lukisan ini memang indah, namun sangat menakutkan dan tidak cocok untuk dijadikan hadiah dalam sebuah pesta pernikahan. Ada-ada saja pamanmu." Komentar yang kulontarkan berkali-kali itu hanya dibalas dengan senyum oleh Emily, dia memang bukan tipe teman yang banyak bicara.
Aku mengenal Emily setahun yang lalu, sejak ibu mengajak pindah ke kota kecil yang asri ini. Tadinya aku keberatan meninggalkan tempat tinggal lamaku karena takut tidak akan betah di sini. Namun sebaliknya, meskipun Emily pendiam, dia adalah teman yang pengertian dan tahu kapan ia harus berpendapat. Satu yang masih membuatku bertanya-tanya, Emily tertutup sekali soal keluarganya.
Semakin sering aku berbicara tentang lukisan, Emily menunjukkan kekurangsukaannya. Setahun perkenalan kami sepertinya tak cukup membuatku mengerti sosoknya yang sedikit misterius. Bahkan aku baru tahu dia menyimpan seperangkat kuas beserta kanvas lengkap dengan cat warna di bawah ranjangnya. Padahal tak kujumpai selembarpun lukisan buatannya--atau belum.
"Kenapa pamanmu mau menjadi korban dalam lukisannya?" tanyaku membuat Emily tersentak. Tidak, bukan, kisah ini tidak berakhir dengan kenyataan bahwa pamannya benar-benar terjebak dalam lukisan. Lebih dari itu kejadian berikutnya membuatku menyesal seumur hidup karena pindah ke kota ini. Kota lukisan dengan pelukis yang berperan dalam lukisannya sendiri.
Di belahan bumi yang lain seseorang sedang menyaksikan proyeksi sebuah lukisan gadis yang nampak kebingungan menatap lukisan lebah bersama gadis berambut pirang.
November 2015

0 komentar:
Posting Komentar